Sepertinya nggak ada makanan atau minuman yang punya banyak
sekali manfaat untuk kesehatan seperti green tea. Cina sudah mengakui
keuntungan green tea untuk kesehatan sejak 4.000 tahun yang lalu, dan
menggunakannya untuk mengobati sakit kepala sampai depresi.
Rahasia dari green tea adalah kandungan catechin polyphenol, dan epigallocathechin gallate (EGCG). EGCG merupakan anti-oksidan yang kuat: selain mengurangi kecepatan penyebaran sel kanker, juga membunuh sel kanker tanpa melukai sel tubuh yang sehat. Juga efektif menurunkan level kolesterol LDL. Green tea juga bisa membantu bagi yang berusaha menurunkan berat badan. Sebuah riset jurnal kesehatan menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi kombinasi kafein dan green tea membakar lebih banyak kalori dibandingkan hanya mengonsumsi kafein atau penggantinya.
Green tea juga membantu menghentikan pengeroposan dan kerusakan gigi. Kandungan pembunuh bakteri yang ada pada green tea juga bisa membantu mengobati keracunan makanan.
Side effect:
Efek sampingnya adalah insomnia, karena green tea juga mengandung kafein, tapi nggak sebanyak kopi. Kurang lebih 30 sampai 60mg kafein di dalam 6 – 8 ons green tea, dibanding kopi, yang mengandung 100mg kafein setiap 8 ons.
Good to know:
Amannya, konsumsi green tea empat sampai lima cangkir sehari.
“Better to be deprived of food for three days, than tea for one." (Ancient Chinese Proverb)
How to Brew:Producing the perfect cup of green tea is a tricky process. Kalau nggak mengikuti cara yang benar, polyphenols yang bagus untuk kesehatan bisa merusak rasa.
Gunakan satu tea bag, atau 2 – 4 gram teh atau satu sampai dua sendok teh, per cangkir.
Isi ketel dengan air dingin dan masak sampai mendidih.
Setelah mendidih, biarkan selama 3 menit.
Tuangkan air ke tea bag atau teh, dan biarkan selama 3 menit (setelah itu angkat tea bag-nya).
Biarkan teh dingin selama 3 menit.
Resep:
Green Tea with Ginger and Mint
Bahan
- 3 ons jahe, kupas dan iris tipis
- 1 cangkir daun mint
- 6 green tea bag
- ½ cangkir madu
- 2 sendok makan jus lemon



